Minggu, 27 Mei 2012

Wisata "NGALAU 1000" Bersama Tuak Suar


Banyaknya tempat wisata alam di kabupaten 50 kota tidak membuat Ngalau 1000 di lupakan oleh para turis dari mancanegara. Arenanya yang ekstrim dan pemandangannya yang eksotik menjadi daya tarik tersendiri bagi Ngalau 1000. Bagi para pencita alam yang suka tantangan sudah pasti Ngalau 1000 ini menjadi pilihan mereka. Tapi sayangnya Ngalau 1000 ini sendiri tidak banyak dapat perhatian dari pihak pemerintah.
Ngalau 1000 merupakan salah satu tempat pariwisata alam yang terletak di kabupaten 50 kota. Berada disebelah utara kota Payakumbuh, kurang lebih berjarak 17 KM dari pusat kota Payakumbuh. Di ngalau 1000 ini terdapat pemandangan yang sangat indah dan alami, di sana terdapat banyak goa-goa batu yang dihiasi oleh akar tumbuhan, selain itu juga ada bermacam-macam air terjun. Ada air terjunnya bertingkat-tingkat yang mengalir di antara tumbuhan tropis yang subur. Di sana kita juga bisa mendengarkan teriakan kera dan nyanyian aneka burung hutan liar.
            Nama ngalau 1000 sendiri memang tidak begitu populer di tengah-tengah masyarakat kabupaten 50 kota. Bahkan keberadaan ngalau 1000 ini dilupakan oleh dinas pariwisata. Ini terbukti dari situs pariwisata kabupaten 50 kota, dimana di situs tersebut tidak tercantum nama ngalau 1000, padahal ngalau 1000 sering di kunjungi oleh para turis. Keindahan ngalau 1000 ini bisa di nikmati oleh para turis melalui penduduk yang masih peduli dengan keberadaan ngalau 1000 ini. Jika seandainya ngalau 1000 ini di perhatikan oleh dinas pariwisata, ngalau 1000 ini bisa menjadi aset bagi kabupaten 50 kota.
            Kakek Suar adalah salah satu pemandu turis untuk mgunjungi keindahan ngalau 1000. Profesinya sebagai pemandu sudah di lakoninya semenjak dia masih bujang, hingga kini dia masih mampu untuk memandu para turis yang ingin melakukan perjalanan jauh di ngalau 1000. Walaupun semenjak bujang hingga kini dia mengunjungi ngalau 1000, tapi dia tidak bosan-bosannya menyaksikan keindahan dari ngalau 1000 tersebut. Dia berharap kalau nantinya dia sudah tidak ada nantinya, setidaknya anak-anaknya mengetahui jalan yang ada di ngalau 1000.
            Dari pernyataan kakek Suar, untuk melihat keindahan ngalau 1000 kita butuh waktu satu minnggu. Dalam waktu satu minggu itu kita harus membawa perlengkapan makan dan tidur, tapi kita tidak memerlukan tenda. Karna nantinya kita akan tidur di dalam goa yang ada di sepanjang perjalanan. Didalam goa tersebut kita tidur dan membuat api unggun untuk menghangatkan tubuh. Setelah satu minggu perjalan berlalu kita akan keluar di hutan Pangkalan, untuk menuju pulang kita akan memakai kendaraan umum jurusan ke Payakumbuh.

5 komentar:

  1. terimakasih sahabat saya adalah putra daerah yang berdomisili di jakarta, namun berita ini sanagt membuat saya jadi sedih, karena pemda kab 50 kota tidak peduli sama sekali, ada beberapa pemandu wisata diantaranya wali nagari sekarang bapak fuat, dan ada juga yng sdh di jakarta namanya apnofera.
    yang lebih menyakitkan adalah turis dari australia lebih duluan kenal dengan ngalau ini dari pada aparat pemda. Pada tahuun 90 han banyak turis datang kesini tapi pemerintah pernah melarang karena dianggap ilegal, pada waktu itujuga bapak suar menjadi pemandu dan menampung dirumahnya meskipun terbilang kurang layak inilah yg menjadi kesukaan dari turis, masyarakat yang bersahabat dan lain2.
    Mestinya pemerintah buka mata buka telinga kalau daerah kita ingin maju.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo boleh tau, kapan y pak pelarangan dan ngalau 1000 itu di anggap ilegal oleh Dinas Pariwisata 50 Kota.
      Saya butuh informasi ini untuk Tugas Akhir Saya.
      klo bsa saya minta email bapak

      Hapus
  2. Terimakasih atas tambahan informasinya bapak atw om Anusirwan. Mudah-mudahan film dokumenter yang mau kami garap ini akan menjadi ketukan bagi para bapak2 dan ibuk2 kita yg duduk di bagian pariwisata 50 kota. Semoga kedepannya Ngalau 1000 ini mendapat peran yg layak, begitu juga dengan para pejuang Ngalau 1000 ini.

    BalasHapus
  3. Ngalau 1000 selalu Memanjakan Pengunjungnya.
    Namun sangat disayangkan hanya Sedikit saja dari Masyarakat Sumatera Barat khususnya yang mengetahui keberadaannya. Padahal Turis Mancanegara sangat sering berkunjung kesana, hanya untuk menantang dan memanjakan kegagahan dan Keindahannya...
    sangat disayangkan kalau objek wisata secantik dan seindah itu di sia-siakan...
    Bertahanlah Ngalau 1000 dan Aia Malanca...
    Engkau Akan di Kenal dan dibanggakan 50 Kota Suatu Saat....

    BalasHapus